SEJARAH SINGKAT POSPEL ANNAMARTHA
Jemaat yang Bertahan, Jemaat yang Bersatu.Awal Mula (1967)
Jemaat GPIB Yahya Bajem Annamartha lahir dari persekutuan masyarakat Kristen di sekitar peternakan & pejagalan babi, Kapuk, Jakarta Barat.
Perintis: Bpk. Oscar Tungka, Bpk. Nico Mamesah, Bpk. Aleks Karauwan, Bpk. Sigar Rombot, Bpk. Daud Wowor, Bpk. Willem Wungkana, dan beberapa anggota jemaat lainnya.
Ibadah pertama: dilaksanakan di rumah Bpk. Nico Mamesah pada 28 Oktober 1967—tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun Bajem Annamartha.
Tempat Ibadah Pertama (1967–1970)
Ibadah berpindah-pindah antara rumah keluarga Mamesah-Wenas, Karauwan-Kaeng, dan Tungka-Walandouw.
Tahun 1970, Bpk. Nico Mamesah menyumbangkan sebidang tanah di Jl. Peternakan 3 No. 2 untuk pembangunan rumah ibadah.
Gedung gereja sederhana pertama didirikan di bagian depan halaman, dan diberi nama Annamartha, diambil dari nama Ibu Annamartha Wenas (istri Bpk. Nico Mamesah).
Pertumbuhan dan Perluasan (1979)
Jumlah jemaat bertumbuh pesat (40–50 keluarga), sehingga ruang ibadah tak lagi mencukupi.
Gedung gereja diperluas ke belakang oleh panitia pembangunan yang dipimpin oleh Bpk. Oscar Tungka (Ketua Bajem) dan Bpk. John Mamesah (Sekretaris).
Perubahan Status (1990)
Seiring berjalannya waktu, jumlah jemaat sempat menurun.
Status Bajem berubah menjadi Pos Pelayanan pada tahun 1990.
Tantangan Banjir & Renovasi (1993)
Tahun 1993, banjir besar melanda wilayah Kapuk dan merusak gedung gereja.
Dilakukan renovasi dengan pengurukan tanah setinggi 1 meter, bagian depan dibongkar (kini menjadi area parkir), sedangkan bagian belakang dipertahankan sebagai gedung ibadah.
Selama renovasi, ibadah dilaksanakan di rumah keluarga Edi Rumagit–Salindeho.
Pembangunan Baru (2006–2011)
Banjir kembali terjadi pada 2006, sehingga dibentuk panitia pembangunan baru pada periode KMJ Pdt. Agustian M Manalu. Ketua: Bpk. John Mamesah, Sekretaris: Bpk. Edi Rumagit).
Dilakukan pembangunan ulang dengan pengurukan tanah 1 meter, dan didirikan gedung gereja yang lebih kokoh.
Selama pembangunan, ibadah dilakukan di halaman parkir.
6 November 2011, gedung gereja baru diresmikan oleh Sekretaris Sinode GPIB, Pdt. Nona Jakoba Marlente Joseph, didampingi Pdt. Karolina H. Miloa (Ketua Majelis Jemaat Yahya).
Pada saat yang sama, status Pos Pelayanan Annamartha ditingkatkan kembali menjadi BAJEM Annamartha.
Pelayanan Saat Ini
Jemaat Annamartha kini beranggotakan sekitar 50–60 keluarga yang tetap setia beribadah dan melayani.
Gedung gereja yang berdiri sekarang menjadi saksi kesetiaan Tuhan dalam perjalanan panjang pelayanannya, meskipun saat ini status jemaat kembali menjadi Pos Pelayanan Annamartha.
disusun untuk HUT Annamartha ke 55 oleh Bpk. Nison Wongkar
“.. Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.”
